Al Jami'atul Washliyah & Ustad Abdul Somad 

Rabu, 20 November 2019 | 08:48:20 WIB
Ustad Abdul Somad dan Kompleks Sekolah Al Washliyah tempatnya belajar ilmu agama.(celotehriau.com)

CELOTEHRIAU.COM---Ustadz Abdul Somad atau yang biasa disapa UAS menjelma menjadi ulama yang memiliki jutaan pengggemar dan jamaah.

Jadwal  pengajian dan ceramahnya padat, dan selalu ditunggu serta dijibuni  jamaah.

Itulah salahsatu alasan Dosen Bahasa Arab, Dosen Tafsir dan Hadis UIN Suska Riau itu mengajukan diri berhenti  sebagai ASN, yang akhirnya dikabulkan pihak rektor UIN Suska. Dan terhitung  1 Desember 2019 mendatang resmi berhenti sebagai Dosen ASN di Universitas Islam Negeri Syarif Kasim, Riau.

Ya, Ustadz Abdul Somad Batubara Lc DESA, atau Datuk Seri Ulama Setia Negara atau lebih dikenal dengan Ustaz Abdul Somad lahir di Silo Lama, Asahan, Sumatera Utara, pada 18 Mei 1977.Saat ini umurnya 42 tahun.

Ia adalah seorang pendakwah dan ulama Indonesia yang sering mengulas berbagai macam persoalan agama.Khususnya kajian ilmu hadis dan Ilmu fikih.

Selain itu, ia juga banyak membahas mengenai nasionalisme dan berbagai masalah terkini yang sedang menjadi pembahasan hangat di kalangan masyarakat.

Namanya dikenal publik karena Ilmu dan kelugasannya dalam memberikan penjelasan dalam menyampaikan dakwah yang disiarkan melalui saluran Youtube.

Tapi tahukah anda dimana, ia menempa ilmu agamanya pertama kali.Jawabnya adalah di Yayasan Al-Washliyah Medan yang terletak di Jalan Sisingamangaraja, Medan Kecamatan Medan Amplas.

Ya, dikomplek  Universitas Islam Al Washliyah (Univa -red) di Jalan Garu III, Medan Amplas, Abdul Somad muda menuntut ilmu.

UAS yang merupakan bagian keluarga besar dari seorang ulama asal Asahan yaitu Syekh Abdurrahman atau lebih dikenal sebagai Tuan Syekh Silau Laut I itu sejak dari bangku sekolah dasar dirinya dididik melalui sekolah yang berbasis pada Tahfiz Alquran.

SD Al-Washliyah Medan menjadi tempatnya belajar  tahun 1990 ia tamat dan melanjutkan pendidikannya ke Madrasah Tsanawiyah Mu'allimin Al-Washliyah Medan.

Dari Yayasan Al Jami'atul Washliyah fundamen militan keagamaannya terbentuk.

Tamat MTs, Abdul Somad muda melanjutkan pendidikan ke Pesantren Darularafah Deliserdang Sumatra Utara selama satu tahun.

Lalu tahun 1994, ia pindah ke Riau untuk melanjutkan pendidikan di Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, Indragiri Hulu dan selesai pada tahun 1996.

Kemudian  antara 1996-1998 ia sempat berkuliah di UIN Sultan Syarif Kasim Riau.

Tahun 1998, ketika Pemerintah Mesir membuka beasiswa untuk 100 orang Indonesia belajar di Universitas Al-Azhar, ia pun mengikuti tes.

Abdul Somad muda terpilih menjadi salah satu dari 100 orang yang berhak menerima beasiswa.Ia  mengalahkan 900-an orang lainnya yang mengikuti tes.

Kemudian ia memilih untuk melanjutkan pendidikannya di Universitas Al-Azhar Kairo dan berhasil mendapatkan gelar Lc-nya dalam waktu tiga tahun 10 bulan pada pertengahan tahun 2002.

Setelahnya ia pun melanjutkan program pendidikan S2-nya di Universiti Kebangsaan Malaysia, namun hanya sempat berkuliah selama dua semester.

Kemudian pada tahun 2004, melalui AMCI (bahasa Prancis: Agence Marocaine de Coopération Internationale) dari Kerajaan Maroko yang kala itu menyediakan beasiswa bagi pendidikan S2 hingga S3 di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah.

Ia terpilih untuk masuk dalam kuota penerimaan orang asing melalui jalur beasiswa.

Dan UAS melanjutkan pendidikan S2-nya di Institut Darul-Hadits Al-Hassaniyah Rabat yang setiap tahunnya hanya menerima 20 orang murid dengan rincian 15 orang Maroko dan lima orang untuk asing.


Program S2 diselesaikannya dalam waktu satu tahun 11 bulan dan mendapatkan gelar D.E.S.A. (bahasa Prancis: Diplôme d'Etudes Supérieurs Approfondies) pada akhir tahun 2006.

Tak dapat dipungkiri Al Jam’iyatul Washliyah tempatnya menempa ilmu yang  memiliki arti perkumpulan yang menghubungkan
menjadikannya  seorang penceramah yang  mempersatukan umat muslim  yang tercerai berai akibat perbedaan mahzab.

Al Washliyah  yang berarti  menghubungkan manusia dengan Allah SWT dan menghubungkan manusia dengan manusia lainnya agar bersatu, serta menghubungkan manusia dengan alam sekitarnya. 

Lambang Al Washliyah berupa lambing dengan warna hijau dan bergambar bulan sabit serta  lima bintang yang berwarna putih terpatri dalam dada UAS.

“Dialah Allah yang telah menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya.”

Hal ini juga merupakan peringatan kepada alam bahwa agama Islam akan berkembang merata ke seluruh penjuru alam. 

Ya ulasan yang cerdas dan lugas, ditambah lagi dengan keahlian dalam merangkai kata yang menjadi sebuah retorika dakwah, membuat ceramah Ustaz Abdul Somad begitu mudah dicerna dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat.

Banyak dari ceramah Ustaz Abdul Somad yang mengulas berbagai macam persoalan agama, tapi juga tentang patriotisme dan nasionalisme bernegara.Jayalah Washliyah Zaman Berzaman.

 

Riwayat Pendidikan


-SD Al-Washliyah, Medan, tamat 1990
-Madrasah Tsanawiyah Mu'allimin Al-Washliyah, Medan, tamat 1993
-Madrasah Aliyah Nurul Falah, Air Molek, In-hu, tamat 1996
 

-S1 Al-Azhar, Mesir, 2002

-S2 Dar El Hadith El Hassania, Kerajaan Maroko, 2006

Riwayat pengabdian

-Dosen Bahasa Arab di Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (-Desember 2019)

-Dosen Tafsir dan Hadis di Kelas Internasional Fakultas Ushuluddin UIN Suska Riau(-Desember 2019)

-Dosen Agama Islam di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhar Yayasan Masmur Pekanbaru

-Anggota MUI Provinsi Riau, Komisi Pengkajian dan Keorganisasian Periode 2009-2014

-Anggota Badan Amil Zakat Provinsi Riau, Komisi Pengembangan, Periode 2009-2014SSekretaris

-Lembaga Bahtsul Masa'il Nahdlatul Ulama Provinsi Riau, Periode 2009-2014

Terkini